Sebelum Lonceng Terakhir

Sinopsis :
Niela, seorang siswi baru di sebuah SMK, memulai tahun ajaran dengan perasaan terasing dan diam. Ia tidak pandai bersuara di tengah kebisingan sekolah yang penuh struktur, senioritas, dan batasan sosial tak kasat mata. Namun, dunia diam Niela mulai bergeser ketika ia secara tak terduga berinteraksi dengan Farrel, seorang kakak kelas yang dikenal sebagai Ketua OSIS yang tenang, cerdas, dan sulit dijangkau.
Apa yang dimulai dari pemberian jaket bengkel berubah menjadi percakapan-percakapan kecil di DM—tentang hal remeh, buku, gambar, dan perasaan tak bernama. Kedekatan mereka tidak tumbuh dari intensitas, tetapi dari konsistensi dari saling memperhatikan, memahami, dan memberi ruang. Sementara hubungan mereka semakin dalam, Niela menemukan keberanian baru berbicara lewat gambar, lewat kata-kata, dan akhirnya, lewat naskah yang ia tulis dalam lomba novel pertamanya.
Namun perjalanan itu tak selalu tenang. Di tengah tekanan aturan sekolah, pengawasan guru, dan tatapan sosial yang mulai menilai, Niela dan Farrel harus memilih tetap melangkah dalam diam, atau berbicara meski dengan resiko.
Di antara bel masuk, lorong sekolah, dan bangku minimarket, mereka belajar satu hal penting: bahwa keberanian tak selalu terlihat keras, dan cinta tak selalu datang dengan pengumuman. Kadang, ia tumbuh dari tempat paling sunyi, dan menguat tepat sebelum lonceng terakhir berbunyi.
=========================================
| SPESIFIKASI | |
| Penulis | Erlinda Nathaniela |
| Penerbit | INDOCAMP |
| Jumlah Halaman | 138 Halaman |
| Ukuran | 14,5 x 20,5 cm |
| ISBN | (Masih dalam proses) |
Buku ini juga tersedia di Marketplace
Shopee : INDOCAMP








